CV. ALFIEL ELECTRONIC

Categories
Uncategorized

Security alarm

security alarm

Konfigurasi security alarm

Security Alarm System berperan sebagai Alert / Warning System bila ada intruder memasuki daerah / kawasan yang telah diproteksi dan dapat mengirim signal ke handphone atau telpon analog biasa. Kategori ini meliputi berbagai jenis security alarm panel dan sensor seperti magnetic contact, motion detector (PIR), dan photo beam. Juga terdapat modul untuk wireless alarm system.

Sistem keamanan yang lengkap dapat membantu melindungi rumah atau bangunan dan keluarga Anda dari berbagai ancaman perampokan, gangguan, pencurian properti, perusakan, dan kebakaran rumah atau banjir, dengan memfasilitasi akses cepat ke bantuan darurat. Security alarm lampung memberi Anda ekosistem keamanan untuk seluruh rumah atau bangunan Anda di dalam dan di luar ruangan.

INSTALASI

Untuk instalasi device menggunakan kabel 4 x 0,6mm, seluruh kabel instalasi berpusat di control panel. Penempatan device disesuaikan dengan keadaan yang akan diproteksi, mis: untuk pintu dan jendela menggunakan magnetic contact, untuk ruangan menggunakan passive infra red, untuk daerah yang mudah terbakar atau mudah terpicu dengan bahaya kebakaran menggunakan smoke detector dan untuk proteksi halaman luar menggunakan photo beam detector. Untuk keadaan darurat, misalnya di ruang kasir atau teler pada bank bisa di pasang emergency call button.

SMOKE DETECTOR

Cara kerja alat ini adalah mendeteksi adanya asap, jadi apabila dalam suatu ruangan ada asap dan mengenai smoke detector ini, maka sensor akan bekerja dan metriger alarm, control panel akan membunyikan bell alarm dan mengirim signal pemberitahuan ke handphone atau ke telpon biasa.

MAGNETIC CONTACT

security alarm lampung - metal magnetic contact

Terdiri dari sepasang alat magnetic, cara penempatannya pada pintu atau jendela. Magnetic yang ada kabelnya ditempatkan/dipasang pada kusen pinru atau jendela dan magnetic pasangannya ditempatkan/dipasang pada daun pintu atau jendela. Jadi apabila pintu atau jendela dalam keadaan tertutup, alat akan saling terhubung. Apabila pintu atau jendela dibuka paksa maka alat akan terpisah dan ini akan menyebabkan control panel membunyikan bell alarm dan mengirim signal/pemberitahuan ke handphone atau ke telpon biasa.

PASSIVE INFRA RED

security alarm

Passive infra red ini bertehknologi photoelectric, penempatan device yang ideal 2,5 s/d 3 M dari permukaan lantai. Cara kerjanya, apabila ada orang melintas di area yang diproteksi oleh passive inra red ini, maka alat akan mengirim signal ke control panel, dan control panel akan membunyikan bell alarm dan mengirim signal/pemberitahuan ke handphone atau telpon. (untuk berat orang atau benda yang melintas, dapat di setel beratnya. Jadi kalau kita setel untuk berat 15 Kg, maka kucing, tikus atau binatang lainnya yang tidak melebihi 15 Kg, Passive infra red tidak akan mendeteksinya, dan alarm tidak akan berbunyi)

PHOTO BEAM

security alarm lampung - photo beam

Photo beam terdiri dari sepasang alat yaitu transceiver dan receiver. Contoh aplikasi penempatan device, mis : Transceiver ditempatkan sudut kanan dan Receiver pada sudut kiri, jika ada yang melintas di area tersebut maka jalur infra red akan terpotong/terhalang sehingga photo beam akan bekerja dan mengirim signal kecontrol panel, selanjutnya control panel akan membunyikan bell alarm dan mengirim signal pemberitahuan ke handphone atau ke telpon analog biasa (sesuai yang deprogram)

Butuh Security Alarm?

Kami menyediakan berbagai produk security alarm. Kami juga melayani konsultasi untuk pemasangan security alarm di gedung Anda. Pemasangan Security Alarm tidak bisa sembarangan, harus dengan tehnisi yang memang berpengalaman.

Jangan sungkan untuk menghubungi kami. Kami akan memberikan solusi terbaik untuk menyelamatkan aset berharga Anda. Ingat, bahwa Security Alarm adalah bagian terpenting untuk perlindungan aset Anda.

Categories
Uncategorized

Mengenal fire alarm semi addressable (bag.3)

fire alarm semi addressable

Fire alarm semi addressable.

System fire alarm semi addressable, adalah istilah untuk penggunaan device conventional dan MCFA menggunakan addressable. Salah satu faktornya, untuk mengurangi biaya. Karena harga device addressable lumayan mahal.

Pada system fire alarm semi addressable ini secara keseluruhan hampir mirip dengan conventional system, tergantung berapa banyak device conventional yang terpasang, jadi apabila semua device menggunakan type conventional maka itu sama dengan system conventional, secara system. Instalasi pada system ini menggunakan system loop dan system zone.

Agar bisa menginformasikan alamat ID, maka di sini diperlukan module, yang disebut dengan Monitor Module. Instalasi module menggunakan loop, dan dari modul ke device menggunakan EOL.  

Pada sistem ini detector terhubung dengan module menggunakan kabel. Jika detector mendeteksi adanya sinyal kebakaran, berupa asap maupun suhu yang naik secara signifikan, maka detector akan mengirimkan sinyal ke module, dan module mengirim sinyal ke MCFA, Dan akan terbaca module berapa/apa (tergantung penamaannya) di MCFA.

MCFA akan menginformasikan module mana di dalam gedung yang telah menerima signal kebakaran. Kita bisa mengatur tiap module. Misal module 1 diatur untuk lantai bawah, module 2 untuk hall, module 3 untuk gudang dan seterusnya.

TBFA module

Butuh Fire Alarm?

Kami menyediakan berbagai produk fire alarm. Kami juga melayani konsultasi untuk pemasangan fire alarm di gedung Anda. Pemasangan Fire Alarm tidak bisa sembarangan, harus dengan tehnisi yang memang berpengalaman.

Jangan sungkan untuk menghubungi kami. Kami akan memberikan solusi terbaik untuk menyelamatkan aset berharga Anda. Ingat, bahwa Fire Alarm adalah bagian terpenting untuk perlindungan aset Anda.

Categories
Uncategorized

Mengenal Fire Alarm Addressable (bag.2)

fire alarm addressable

Mengenal Fire alarm addressable system.

Sistem Fire Alarm Addressable merupakan sistem alarm pendeteksi kebakaran yang dapat dialamatkan sendiri berdasarkan ID masing-masing detector. Sistem ini terdiri dari serangkaian detektor kebakaran dan perangkat yang terhubung kembali ke Control Panel Fire Alarm.

Sistem Addressable kebanyakan digunakan untuk instalasi Fire Alarm di gedung bertingkat, semisal hotel, perkantoran, mall dan sejenisnya.  Perbedaan paling mendasar dengan sistem conventional adalah dalam hal Address (Alamat). Pada sistem ini setiap detector memiliki alamat sendiri-sendiri untuk menyatakan identitas ID dirinya.  Jadi titik kebakaran sudah diketahui dengan pasti, karena panel bisa menginformasikan deteksi berasal dari detector yang mana. Sedangkan sistem conventional hanya menginformasikan  deteksi berasal dari Zone atau Loop, tanpa bisa memastikan detector mana yang mendeteksi, sebab  1 Loop atau Zone bisa terdiri dari 5 bahkan 10 detector, bahkan terkadang lebih. 

Dalam panel fire alarm addressable tidak terdapat terminal Zone L-C, melainkan yang ada adalah terminal Loop. Dalam satu tarikan loop bisa dipasang sampai dengan 125 – 127 module. Apa artinya?  Artinya jumlah detector-nya bisa sampai 127 titik alias 127 zone fully addressable hanya dalam satu tarikan saja.  Jadi untuk model panel addressable berkapasitas 1-Loop sudah bisa menampung 127 titik detector (=127 zone).  Jenis panel addressable 2-Loop artinya bisa menampung 2 x 127 module atau sama dengan 254 zone dan seterusnya.

System Fire Alarm Addressable dapat dikonfigurasi secara spesifik, sehingga memudahkan kita untuk melakukan tindakan cepat saat terjadi kebakaran. Ini berarti evakuasi bertahap dapat dilakukan, dengan area-area prioritas yang harus dievakuasi terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan ruangan ruangan lain, hal ini memungkinkan prosedur evakuasi lebih aman.

Manfaat lain dari system fire alarm addressable adalah semua perangkat dapat dimonitor secara individual dan diperiksa kesalahannya, yang membuat perawatannya lebih mudah. Jika ada masalah ditemukan pada detector tertentu misalnya, maka pemberitahuan akan diterima oleh Control Panel.

Keunggulan menggunakan system fire alarm Addressable

  • Dapat dengan mudah menentukan lokasi/ruang kebakaran
  • Dapat dengan mudah melakukan tindakan ke titik masalah.
  • False alarm jarang terjadi.
  • Kemudahan untuk memantau integritas sistem.

Butuh Fire Alarm?

Kami menyediakan berbagai produk fire alarm. Kami juga melayani konsultasi untuk pemasangan fire alarm di gedung Anda. Pemasangan Fire Alarm tidak bisa sembarangan, harus dengan tehnisi yang memang berpengalaman.

Jangan sungkan untuk menghubungi kami. Kami akan memberikan solusi terbaik untuk menyelamatkan aset berharga Anda. Ingat, bahwa Fire Alarm adalah bagian terpenting untuk perlindungan aset Anda.

Categories
Uncategorized

Mengenal Fire Alarm Conventional (bag. 1)

fire alarm conventional

Fire Alarm Conventional system.

Fire alarm conventional adalah jenis fire alarm yang paling sederhana. Fire alarm conventional ini tidak dapat mengirimkan informasi address atau ID secara spesifik yang diterima oleh detector. Sehingga cocok sekali untuk gedung yang tidak memiliki ruang yang kompleks dan banyak. Fire Alarm jenis ini hanya mampu menginformasikan tempat terjadinya bahaya kebakaran hanya melalui zona atau loop, tanpa mengetahui detector mana yang terpicu.

Pada fire alarm conventional ini, detector terhubung dengan control panel menggunakan kabel. Detector akan mendeteksi kepekatan asap ataupun suhu panas yang naik secara signifikan, lalu detector akan mengirimkan sinyal bahaya ke control panel, dan contorl panel akan membunyikan alarm bell.

Cara instalasi system fire alarm conventional

instalasi fire alarm conventional

Pada system fire alarm conventional nama terminal pada detectornya adalah L(+) dan Lc(-). Kabel ini dihubungkan dengan Panel Fire Alarm Conventional pada terminal yang berlabel L dan C juga. Tergantung dari jumlah Loop-nya, maka pada terminal tertulisL1, L2, L3 dan seterusnya. Hubungan antar detector satu dengan lainnya dilakukan secara paralel dengan syarat tidak boleh bercabang. Artinya harus ada titik awal dan ada titik akhir. Perhatikan Gambar di atas.

Titik akhir tarikan kabel disebut dengan istilah End-of-Line (EOL). Di titik inilah detector fire terakhir dipasang dan di sini pulalah satu loop dinyatakan berakhir (stop). Pada detector terakhir ini dipasang satu buah EOL Resistor atau EOL Capacitor. Jadi yang benar adalah EOL Resistor ini dipasang di ujung loop, bukan di dalam Control Panel. Jumlahnyapun hanya satu EOL Resistor pada setiap loop.  Oleh sebab itu bisa pula dikatakan, bahwa 1 Loop = 1 Zone yang ditutup dengan Resistor End of Line (EOL Resistor).

Fungsi EOL resistor adalah sebagai penyalur atau pembaca sinyal supervisi. Seperti diketahui, semua sistem alarm bekerja berdasarkan ada tidaknya sinyal supervisi dalam satu loop. Loop sendiri diartikan sebagai satu lintasan listrik dimana di sana ada satu titik berangkat dan satu titik akhir (tujuan).

Katakanlah titik awal adalah A dan titik akhirnya adalah B. Dalam dasar-dasar rangkaian listrik (hukum Ohm) diketahui, bahwa arus listrik akan mengalir dalam satu loop tertutup yang dalam hal ini dari A ke B. Karakteristik loop sendiri akan menentukan kondisi fire alarm. Pada kondisi loop Normal (artinya kabel tidak putus dan detector tidak ada yang dilepas), maka resistor EOL ini akan “terbaca” oleh panel control. Hal itu dikarenakan tegangan pada EOL resistor tidak lain adalah tegangan A – B. Jika ada kabel yang putus. Maka, dalam kondisi ini loop akan dikatakan terbuka (Open). Oleh karena terbuka, maka tegangan A-B akan hilang alias nol. Kondisi ini oleh panel control diterjemahkan sebagai Trouble yang secara periodik membunyikan buzzer pada panel.  Sedangkan kondisi terakhir disebut loop Short, yaitu disebabkan oleh adanya detector yang mendeteksi gejala kebakaran, misalnya panas dan asap. Pada kondisi ini, panel alarm akan menyatakan sebagai Fire, dan bell alarm akan berbunyi.

Adapun mengenai penggunaan istilah conventional, maka istilah  ini adalah untuk membedakannya dengan sistem Addressable. Pada sistem conventional, setiap detector hanya berupa kontak listrik biasa (bukan data yang mengirimkan ID khusus).

Butuh Fire Alarm?

Kami menyediakan berbagai produk fire alarm. Kami juga melayani konsultasi untuk pemasangan fire alarm di gedung Anda. Pemasangan Fire Alarm tidak bisa sembarangan, harus dengan tehnisi yang memang berpengalaman.

Jangan sungkan untuk menghubungi kami. Kami akan memberikan solusi terbaik untuk menyelamatkan aset berharga Anda. Ingat, bahwa Fire Alarm adalah bagian terpenting untuk perlindungan aset Anda.

Categories
Uncategorized

Manfaat cctv system – No.1 sebagai security system

Camera cctv, fungsi dan manfaatnya

setel angel camera

Latar belakang.

1 PENGERTIAN CCTV.

CCTV singkatan dari: Closed Circuit Television (televisi sirkuit tertutup). Jadi,pengertian CCTV ini berbeda dari televisi, karena tidak menyiarkan sinyal kepada publik. Sebaliknya ia mengirimkan gambar dari kamera video ke monitor baik melalui kabel, pemancar/nirkabel atau melalui internet. Gambar ini dapat direkam dan disimpan pada hard disk.CCTV System berfungsi mengontrol semua kegiatan secara visual(vidio visual) pada area tertentu yang dipasang  alat berupa kamera. Yang fungsinya secara lansung dapat mengawasi, dan mengamati serta merekam kejadian di suatu tempat, ruangan atau area tertentu. Alat ini terdiri dari : kamera, digital video recorder, dan monitor yang terintegrasi dalam suatu system.Tujuan dari setiap orang menggunakan CCTV adalah untuk memantau daerah/tempat yang mungkin jauh dari suatu lokasi.

2 CAMERA CCTV

Cara kerja kamera CCTV yaitu mengirimkan sinyal secara tertutup melalui wireless ataupun kabel.Kabel yang digunakan untuk CCTV biasanya adalah kabel coaxial. Sedangkan jika menggunakan sinyal wireless menggunakan frekuensi 2.4 Giga hertz. CCTV biasanya digunakan untuk mengawasi sebuah tempat berkaitan dengan masalah keamanan ataupun kerahasiaan tempat, misalnya digunakan di toko, bank, atau tempat umum.

Alat untuk penyimpanan video adalah dengan menggunakan DVR (Digital Video Recorders). DVR   dibagi menjadi dua yaitu : stand-alone DVR, yang mempunyai kamera dan tempat penyimpanan sendiri. Sedangkan yang lainnya, PC-based DVR yang media penyimpanannya disambungkan ke sistem computer.

3. DVR (Digital Video Recording)

System perkembangan dari DVR Card adalah DVR Standalone. Fungsi pertama adalah membebaskan ketergantungan pengoperasiannya dari PC. Didalamnya dilengkapi dengan Hard Disk sebagai media perekamnya, DVR Standalone hadir untuk menggantikan DVR Card dan seiring berjalannya waktu, DVR Standalone dapat menyamai kemampuan DVR Card.Saat ini teknologi Analog Camera masih banyak digunakan, namun perkembangan teknologi CCTV System terkini telah berubah dengan munculnya Sistem IP Camera.

IP Camera System,Sistem ini mendistribusikan video/audio melalui kabel jaringan dan wireless dengan memakai protokol TCP/IP yang siap di integrasikan dengan infrastruktur masa depan. Umumnya sistem ini dibangun dengan: network camera, switch power over ethernet, network video server/encoder dan software video management.

Sebagai teknologi yang canggih yaitu dengan resolusi tinggi, kompresi video digital dan teknologi TCP/IP via jaringan internet, dimana saat ini pengawasan suatu area tersebut dapat dilakukan tanpa batasan jarak dan waktu, telah membuat CCTV system menjadi sangat mudah penggunaannya dan harganya terjangkau. sehingga menjadikannya pilihan yang populer untuk digunakan oleh banyak pihak diantaranya pemerintahan, swasta maupun individu.Penggunaan teknologi CCTV System di berbagai bidang bertujuan memantau situasi secara realtime seperti mengawasi area berbagai tempat, mengawasi aktifitas karyawan, aktifitas produksi, mengurangi atau mencegah kecurangan dan penipuan, mencegah kehilangan barang dan kerugian material, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

4. FUNGSI DAN TUJUAN PEMASANGAN CCTV

4.1. Keamanan

CCTV merupakan alat pengawas terus menerus dan tidak mengenal lelah, CCTV juga berfungsi preventif karena secara psikologis orang menjadi takut dan enggan untuk berbuat jahat karena mengetahui ada kamera pengawas yang selalu dapat mengawasi gerak-gerik setiap orang yang  mencurigakan, Disisi lain gerak-gerik orang  yang mencurigakan dapat diawasi oleh petugas security dari ruang monitor untuk bisa secara cepat memutuskan mengambil tindakan, keterbatasan jumlah personil petugas keamanan yang terbataspun bisa sangat terbantu dengan adanya CCTV.

4.2. Alat bukti

Jika terjadi tindak kejahatan dan hal tersebut terekam oleh kamera, maka kita dapat dengan mudah mencari rekaman pada jam, tanggal dan hari tertentu untuk digunakan sebagai alat bukti.

5. Marketing Dalam Hal Keamanan

CCTV sudah merupakan salah satu standar keamanan dengan teknologi modern yang harus dimiliki oleh perusahaan-perusahaan public yang mengutamakan kepuasan pelanggan/pembeli, karena dengan adanya CCTV akan menambah rasa aman dan nyaman yang diberikan oleh pengelola gedung. Adanya CCTV juga bisa menjadi salah satu indikasi bagi calon pelanggan/pembeli bahwa pengelola gedung juga mengelola keamanan gedungnya dengan cara professional. Jika CCTV system dipasang pada area perparkiran kendaraan dan hal tersebut diketahui para pengunjung/pembeli atau pelanggan maka para pembeli pasti akan lebih merasa aman memarkir kendaraan meraka dan meninggalkan kendaraannya di area perparkiran.

6. Pengawas Jarak Jauh & Networking

Tidak hanya dalam masalah keamanan saja, dalam hal-hal lain pun CCTV bisa mengatasi keterbatasan jarak, misalnya CCTV dipasang dikantor cabang maka dengan melalui jaringan yang ada, kejadian tersebut bisa juga dilihat di kantor pusat. Atau pengawasan pada proses transaksi di tempat yang kita inginkan, asalkan ada jaringan maka akan dapat terlihat proses transaksi tersebut.

MENGENAL JENIS-JENIS KAMERA CCTV

Kamera CCTV,  seperti yang kita telah ketahui adalah alat yang digunakan untuk pemantauan secara elektronik. Untuk mengetahui kamera CCTV yang sesuai dengan keperluan anda, saya akan membicarakan mengenai jenis-jenis kamera CCTV yang ada dipasaran.

cctv system - dome camera

1. Dome camera

Sesuai dengan namanya – Dome Camera – kamera ini berbentuk seperti kubah. Bentuknya yang simple menjadikannya jenis kamera yang paling popular dan sering digunakan dalam pemasangan CCTV.

Posisi lenza kamera yang tidak kelihatan kerana terhalang oleh lapisan dome, membuat kita tidak dapat mengetahui arah mana yang sedang di fokuskan oleh kamera tersebut. Kamera jenis ini sesuai digunakan untuk pemasangan di dalam ruang (indoor), baik di dalam rumah,ruko atau pun di kantor.

cctv system - box camera

2. Standart box camera

Berbentuk seperti kotak, kamera ini sering digunakan untuk pemasangan baik indoor atau outdoor. Jenis kamera ini boleh juga digunakan untuk keperluan surveillance jarak jauh. Apabila pemasangan di outdoor dengan posisi yang dapat di capai oleh tangan, sebaiknya di tambahkan pelindung, supaya dapat mencegah kerusakan terhadap kamera tersebut.

cctv system - vandal camera

3. Vandal proof camera

Vandal proof camera artinya kamera tersebut anti goncangan. Ia terbuat dari bahan metal yang khusus untuk melindungi kamera dari gocangan atau benturan

cctv system - waterproof camera

4. Waterproof camera

Kamera  ini  biasanya  untuk   pemasangan  outdoor.  Berbentuk  bullet atau seperti peluru. Mempunyai pelindung dari : air hujan, debu, dan suhu yang ekstrim.

cctv system - ds 2de4220-ae

5. PTZ Camera/Sped dome camera

PTZ Camera/Speed Dome Camera adalah kamera serba lengkap yang memiliki lensa zoom hingga puluhan kali dan mekanisme ‘pan tilt’ berupa motor servo yang mempunyai pergerakan yang halus. Sehingga dapat berputar 360*. 

cctv system - ip camera dahua

6. IP Camera

Kamera   yang   mengirimkan   ‘discrete   streaming   video’   melalui   kabel   UTP.   Umumnya   dilengkapi dengan IP Address. Dengan adanya IP address kamera, kita dapat melihat secara langsung dan dapat mengakses hasil rakaman melalui jaringan LAN/WAN.

cctv system - hidden-spy camera

7. Hidden/Spy Camera

Sesuai dengan namanya, kamera ini merupakan kamera CCTV  yang tersembunyi, dan berukuran kecil, Bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti smoke detector, jam dinding, lampu dan lain – lain.

PENUTUP

Demikianlah sekilas tentang apa itu CCTV, semoga bermanfaat.

SALAM………